Banjir Kalimantan Selatan 2021
Banjir Kalimantan Selatan 2021
Banjir di Kabupaten Tanah Laut | |
| Tanggal | 9 Januari 2021 [1]—29 Januari 2021 |
|---|---|
| Lokasi | Sebagian besar Kalimantan Selatan |
| Tewas | 21 orang[2][3] |
Banjir Kalimantan Selatan 2021 adalah bencana banjir yang menimpa beberapa kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan, yaitu Kota Banjarmasin,[4] Kabupaten Tanah Laut,[5] Kabupaten Banjar,[6] Kabupaten Tapin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Tengah,[7] Kabupaten Balangan,[1] Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Hulu Sungai Utara[8][9] pada Januari 2021. Ketinggian air beragam: 30 sentimeter,[9] 50 sentimeter,[10] 2 meter,[11] bahkan 3 meter.[1] Wilayah Kalimantan Selatan berstatus tanggap darurat banjir per 14 Januari 2021.[12]
Penyebab
Dampak dan korban
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 112.709 warga mengungsi dan 27.111 rumah terendam akibat banjir ini.[21][22]
Jalan lintas provinsi terendam sehingga mengganggu aktivitas ekonomi.[23] Jembatan di Jalan Ahmad Yani km 55, Mataraman, Banjar, pun terputus akibat terjangan banjir.[24]
Pelaksana Tugas Kepala Desa Hantakan, Sri Wanda, menyatakan pada 11 Januari 2021 bahwa lima mayat ditemukan oleh warga di Hantakan, Hantakan, Hulu Sungai Tengah.[7] Diduga masih ada puluhan korban hilang lainnya.[25] Seorang balita ditemukan tewas setelah terseret banjir di Banjarbaru pada 14 Januari 2021.[26] Hujan yang terus mengguyur juga menyebabkan longsor di Tungkaran, Pelaihari, Tanah Laut, dan satu orang dinyatakan tertimbun pada 15 Januari 2021.[27]
Data yang BNPB himpun pada 17 Januari 2021 menyatakan bahwa korban jiwa berjumlah 15 orang dengan rincian Kabupaten Tanah Laut 7 orang, Kabupaten Hulu Sungai Tengah 3 orang, Kota Banjar Baru 1 orang, Kabupaten Tapin 1 orang, dan Kabupaten Banjar 3 orang.
Kritik atas tanggapan pemerintah
Bantuan
Pesawat C-130 Hercules diterbangkan oleh TNI Angkatan Udara melalui Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma ke Banjarmasin pada 16 Januari 2021, dan juga Pesawat A-1330 dari Skadron Udara 33 guna memberangkatkan alutsista dan personel. Pesawat A-1327 dari Skadron Udara 31 dilibatkan untuk membawa perahu karet dan personil lainnya.[32]
Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, menyatakan bahwa pihaknya memberangkatkan tim reaksi cepat penanggulangan bencana dan sukarelawan serta memberikan paket logistik dan dana kedaruratan.[33] Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga mengerahkan tim reaksi cepat dan turut mendistribusikan paket logistik.[34]
Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendirikan posko di beberapa tempat untuk memberikan bantuan berupa bantuan tanggap darurat.[35] PT Pelabuhan Indonesia III mengirimkan paket sembako untuk sekitar 350 kepala keluarga di Teluk Selong, Martapura Barat, Banjar.[36] Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyalurkan bantuan sembako kepada para korban di Kabupaten Banjar.[
Komentar
Posting Komentar